Oh iya...aku mempunyai seorang Ibu...Dia memang terlihat seperti Ibu-Ibu biasa lainnya,tetapi aku salut dengan kegigihannya saat melahirkan aku..
ketika ia terbaring lemas di rumah sakit saat akan melahirkan ku terjadi sedikit masalah..
waktu itu hari sabtu pkl 03:15 ia dibawa ayah ke Ibu bidan lalu Bu bidan berkata baru pembukaan pertama,sejak saat itu Ibu terus bergerak dan berjalan-jalan sekitar kamar dan tidak bisa tidur hingga pembukaan ke 7 pkl 09:00 malam..assistan sang bidan lalu mengambil tindakan,Ayah berdoa disamping Ibuku agar Persalinan berjalan lancar sembari mengusap-usap punggung Ibuku...
Persalinanpun dimulai..Ibuku berusaha tarik nafas dalam2x lalu mengeluakannya sembari berusaha mengeluakan aku...air ketubanpun pecah dan kepalakupun sudah terlihat...Sang assistan bidan terus membantu..hingga pukul 10:15 entah kenapa posisi ku tidak bergerak juga..sang assistan mulai kelelahan lalu memanggil Ibu bidan..saat Ibu bidan datang tidak banyak membantu..Ia berkata kalo Ibuku tidak mempunyai tenaga..sebab sekian jam lamanya Ibu tidak bisa mengerakkan kepalaku keluar,Ayah ku selalu memberi semangat ke Ibuku..tetapi gagal lagi-gagal lagi...
memanggil dokter salah satu jalan yg terbaik saat itu..dokter asal Rumah Sakit Cipto itu datang pukul 10:43..Melahirkan secara diVacum adalah tujuannya,saat ingin di Vacum Dokter berdoa dengan ayahku berharap ini dapat berhasil dengan baik...tapi alat Vacum terlepas sata tarikan kedua...Ibuku seakan tidak perduli lg dengan rasa sakit..ia pasrah seakan menyerahkan semua kepada ayah...sang dokter yang kelelahan berkata kepada ayahku tidak ada jalan lg selain di Forsep..Tidak tau istilah apa,yang pasti saat itu dokter mengambil 2 batang besi yang melengkung lalu menancapkannya di kanan kiri (maaf) Vagina Ibuku lalu menyilangkannya...setelah disilangkan sang dokter Menariknya dengan sekuat tenaga sambil berdoa dan berkata Bismillahirrohmanirrohim maka terangkat lah tubuhku...darah yang keluar mengalir dengan sangat derasnya...
Alhamdulillah,rasa Sedih berubah menjadi bahagia dirasakan ayahku saat itu..lalu ayah memotong tali pusar ku dan suster memandikanku...kondisi Ibu yang lemah tak berdaya yg seakan tdk merasakan sakit walaupun darah terus mengalir dari tubuhnya walaupun robek-robek daging di kemaluan membuat aku bangga dengannya...terima kasih ya ibuku...
